Mari kita mencermati setiap iklan yang diberikan oleh provider internet wireless yang menyebutkan masalah unlimited access. Ada telkomsel, indosat, xl, 3 dan provider lainnya. Kenapa kok berhentinya di angka 64 kbps untuk jatah speed yang lambat? Coba kita cermati hasil dari traffic internet saya yang telah habis masa cepatnya.

Saya mencoba meninggalkan komputer dalam kondisi menyala dan menarik data ( baca: downloading). Kita lihat pada chart di atas jatah maksimum data yang dapat diperoleh kurang lebih 25 Mb tiap jamnya. Jika kita konversikan ke dalam detik maka kita harus membaginya dengan 3600. Maka 25000000/3600 akan didapatkan angka 6944.44 bps atau dibulatkan adalah 7 kbps. Angka ini mendekati 1/8 kalinya angka 64 kbps. Jika bandwith yang dijanjikan operator adalah 256 kbps berarti anda hanya mendapat rata-rata perolehan data sebesar 32 kbps saja. Hal ini dapat anda tes pada downloader anda atau catcher data seperti torrent. Nah mari kita bahas satu demi satu permasalahan ini!
1. Kenapa provider membuat bundling dengan modem yang speednya mencapai 1,7 Mbps padahal speed maksimum yang diberikan cuma sampe 256 kbps?

  • Salah satu strategi penjualan adalah mempermudah penggunaan. Kita simak betapa masyarakat begitu menyukai hal berbau instan seperti mi instan, kopi instan, susu instan, bubur instan dan bentuk instan lainnya. Yah, karena kecepatan, kemudahan dan kepraktisan penggunaan menjadi kata kuncinya.
  • Teknologi yang mutakhir berkembang adalah 3.5 G atau LTE yang dikonversikan menjadi 4 G. Otomatis sarana pendukung yang ada harus memiliki support terhadap teknologi ini. Sehingga tidak bisa ditolak bahwa modem tersebut tampak sia-sia saja speed yang bisa dimanfaatkannya.
  • Jarang sekali provider yang menjual secara perdana, karena memang masih terlalu banyak user yang awam dengan istilah-istilah seperti ini. Sehingga yang ada dalam pikiran mereka hanyalah plug, connect, and browsing.

2. Kenapa kita hanya bisa mendapatkan kecepatan perolehan data cuman 1/8 nya saja?

  • Ini masih menjadi tanda tanya besar bagi saya. Mungkin anda yang lama berkecimpung di dunia bandwith tau alasannya?

3. Apakah kita perlu untuk membeli bundling kartu dengan modemnya?

  • Jika dicermati dari segi harga tidak merugikan, It’s ok! tidak masalah. Yang penting adalah kita harus cermat dalam mengatur pengeluaran yang bukan primer seperti ini. Kalo memang butuhnya hanya sementara saja ya ndak usah aja. Tul ndak?

4. Kenapa speed paling mentok di masa lambat cuman 64 kbps saja?

  • Ketika quota kita telah abis maka tertinggal sisa yaitu masa dengan speed up 64 kbps. Nah speed ini mungkin dapat dikatakan lambat, tapi bisa juga dipercepat dengan menggunakan accelerator untuk melakukan kompresi gambar ataupun kita bisa melakukan blocking terhadap isi-isi yang tidak dibutuhkan. Misalnya java script, gambar, video dan musik. Trus dasarnya kok cuman sampai 64 kbps saja, saya juga belum tahu.
Advertisements