True Story : Jalan Jihad Sang Dokter

Berawal dari keinginan menambah koleksi buku baru, saya beranjak pergi ke Pameran Buku Islamic Book Fair di Istora Senayan yang digelar mulai 24 November hingga 4 Desember 2011. Akhirnya diri ini berhenti di stand pameran Penerbit Mizan di Hall Tengah Stadium. Setelah melihat-lihat dan membaca sekilas pandang berbagai macam buku yang dijajakan, tangan kanan saya meraih buku setebal 348 halaman ini sebagai buku yang sepertinya menarik untuk dibaca. Ya, buku ini berjudul Jalan Jihad Sang Dokter. Yang menjadi pertanyaan saya selanjutnya adalah pengorbanan apa sehingga dia sudah berani mengatakan bahwa dirinya sedang berjihad di Jalan Allah SWT. Apakah pantas perjuangannya disebut sebagai sebuah jihad?. Berikut detil identitas buku tersebut :

  • Judul Buku : Jalan Jihad Sang Dokter
  • Penulis : Joserizal Jurnalis & Rita Budiarti
  • Penerbit : Qanita
  • ISBN : 978-602-8579-74-2
  • Jumlah Hal : 348 halaman

dr. Joserizal Jurnalis berasal dari Padang, Sumatera Barat. Seseorang yang suka dengan ilmu pasti dan cerita sejarah. Masuk perguruan tinggi pun dia jalani dengan belajar secara mandiri karena dia memiliki sebuah kebijaksanaan yang patut kita tiru yaitu “Pelajar yang bodoh itu tidak ada, yang ada hanyalah pelajar yang belum termotivasi”.

Plot cerita di dalam otobiografi ini menggunakan alur maju dengan cerita utama terjadi di Palestina. Sambil diselingi pula oleh cerita perang antara Kristen dan Islam di Ambon dan masa kecil sang penulis.

Rentetan peristiwa yang dialami oleh dr. Joserizal Jurnalis dkk memang sangat menarik disimak terutama bagaimana pengambilan keputusan yang bersifat segera demi menyelamatkan ratusan nyawa umat muslim Palestina yang dibantai oleh serdadu Yahudi Israel dengan dalih memerangi gerilyawan Hamas. Dimulai dari cerita mengenai bagaimana mengirimkan bantuan obat-obatan dari Indonesia untuk masuk ke Gaza, penyiapan dokumen dan penjagan berlapis di perbatasan hingga penandatanganan kontrak mati sebelum masuk ke Gaza. Sungguh membutuhkan kesabaran dan keimanan yang tangguh dalam melewati itu semuanya demi membantu saudara-saudara muslim yang diserang dengan bom-bom Israel.

dr. Joserizal Jurnalis yang merupakan salah satu pelopor lahirnya MER-C (Medical Emergency Rescue – Commitee) juga bercerita mengenai perjuangan MER-C dalam memberikan bantuan peralatan kesehatan dan inisiatif untuk mendirikan Rumah Sakit Indonesia di Palestina. Itu semua tidak terlepas dari dukungan dan kebulatan tekad Pemerintah Indonesia pula untuk membantu Palestina karena adanya kesamaan paham keagamaan.

Dia secara penuh berusaha untuk menyadarkan pembacanya bahwa membela yang benar haruslah dengan tindakan nyata dan bukan hanya berdiam dan berdoa. Buku ini layak dibaca bagi siapapun terutama yang ingin pula meniru langkah dr. Joserizal Jurnalis dan bahwa tidak ada batasan bagi siapapun untuk berjihad karena jihad adalah dalam rangka meneguhkan agama Allah SWT dan mengecilkan nyali para musuh Islam. Allahu Akbar!

(Jakarta, 29 January 2012)

Advertisements